Salam Sejahtera
Smile
SELAMAT TINGGAL 2008. SELAMAT TINGGAL KONFLIK DUNIA MAYA. AKU SAMBUT TAHUN 2009 DENGAN SENYUMAN.

Sekian tahun melanglang di dunia maya sekedar menghibur diri dari keterasingan... Mencari tau apa yang belum aku tau. Dunia yang ajaib, dunia yang dapat memberi apa yang tak dapat dunia nyata beri, ada ilmu terpendam di sana, ada tawa, ada air mata. Aku temukan ketulusan tapi aku dapati jua sebuah dusta. Tetapi semua menjadi indah ketika kita berjalan dalam kasih Tuhan. Namun kedamaian dan keindahan terusik ketika bermunculan situs2 yang isinya penghujatan dan penghinaan agama. Mereka menafsirkan firman Tuhan dgn konsep mereka sendiri dan diperhadapkan dalam peperangan yang dahsyat di dalam pikiran mereka, dan merekapun menjadi korban oleh pikirannya sendiri dan tetap bertahan dalam pilihan masing2 utk meraih kemenangan.
Mereka adalah yang mempunyai hati pahit, penuh kebencian, dendam dan mereka yang mempunyai hati utk mengasihi dan mengampuni.
Kita dipaksa untuk membuat pilihan salah satu yaitu, untuk hidup dalam kebencian, kepahitan dan dendam atau hidup dalam kasih, dan mengampuni. Intinya kita dipaksa untuk mengampuni atau tidak mengampuni.
Dan pilihan kita yang akan menentukan nasib akan keberadaan hati kita. Konflik bukan hanya terjadi di dunia nyata, tetapi di dunia maya terjadi konflik lebih besar. Perang agama, terjadi disetiap lorong2 maya... Saling menyerang, saling menghujat bahkan saling membunuh... Mereka membidik musuhnya dengan panah2 yang melesat tepat menembus ulu hati musuhnya... Mereka melukai orang yang jadi musuhnya dengan lidahnya yang tajam bagai pedang bermata dua.
Allah yang seharusnya menjadi pusat pemujaan, penyembahan, pusat perlindungan dan permohonan menjadi korban hujatan, pelampiasan hawa nafsu dan angkara dari dua belah pihak. Itukah tujuan kita memeluk sebuah agama...? Itukah tujuan utama kita dalam mempercayai sebuah agama sebagai penuntun hidup selama masih di bumi ini. Layakkah kita mengucap "Aku mengasihi Allah" sementara kita sangat membenci umat ciptaan Allah....? Di mata kita mungkin mereka tidak berharga tetapi dalam pandangan Tuhan mereka adalah umat ciptaan-Nya yang berharga. Ingat satu hal, apa yang kita pikirkan, apa yang kita pandang tidaklah sama seperti yang Allah pandang dan pikirkan.
Jangan menghakimi karena kelak kita juga akan dihakimi...! Saya secara pribadi sebagai minoritas telah menjadi korban serangan dari orang2 penghuni dunia aneh ini... Dan aku pun terseret di area konflik itu. Dalam hatiku bertanya-tanya ketika berada ditengah mereka.... Apakah Tuhan sengaja merencanakan agar kekudusan dan kejahatan tumbuh bersama-sama sampai mencapai tingkat kematangan....? Sejenak saya merenung tapi tidak saya temukan jawabannya. Semakin saya penasaran dengan pertanyaan yang saya buat sendiri dan berusaha utk mendapatkan suatu jawaban yang tepat dan pasti. Saya mengambil sikap doa dan berpuasa untuk beberapa hari sampai terjawablah bahwa memang kekudusan dan kejahatan tumbuh bersama-sama sampai mencapai tingkat kematangan.
Dan kembali saya diperhadapkan dalam 2 pilihan... Apakah saya akan terus berada di wilayah konflik sampai kejahatanku matang dan menjadi korban roh kepahitan atau memutuskan untuk meninggalkan wilayah itu dan menjaga hati agar tidak bereaksi dalam kepahitan dan menolak mengampuni. Saya sadar dan dapat merasakan ketika berada ditengah-tengah mereka, meningkatnya kejahatan dalam hati saya, ada kecenderungan utk membalas menyakiti ketika saya disakiti. Akhirnya saya menyadari kejahatan itu hanya akan membuat orang kehilangan kasih. Tak ada lagi kasih, tak ada lagi kata2 bijak, tak ada lagi himat yg dapat menyejukkan hati ketika kebencian dan dendam bermuara di dalam hati seseorang.
Dalam menghadapi rasa sakit, tanpa sadar seringkali saya menutup kasihku, karena kasih itulah yang membuat saya menjadi lemah. Padahal Tuhan menghendaki saya menjadi umat yang kasihnya membara, bukan dingin. Dalam kepercayaanku, Tuhan tidak berpesan bahwa saya harus mempercayai musuh saya, tetapi Dia berkata bahwa saya harus mengasihi mereka. Dalam hatiku bertanya, "mengapa?" mungkin salah satu alasan Tuhan membiarkan kesulitan-kesulitan terjadi dalam hidup kita adalah untuk menguji kita. Dia ingin melihat apakah iman percaya hanyalah sekedar suatu pencarian intelektual atau kita benar2 memiliki iman percaya yang penuh kpd Allahnya..
Ada perkataan yang menggelitik utk saya menulis pernyataan di page ini. Ketika seseorang mencela saya begini kurang lebihnya "kenapa Tuhanmu tidak langsung menolongmu ketika kamu dalam kesengsaraan karena keadaan?". Siapa yang menulis saya tidak tau tetapi ada dorongan utk menjawab sebuah pertanyaan tadi di page ini. Tapi sebelumnya saya mengajukan pertanyaan balik. "Apakah Tuhanmu segera dan secepat kilat menolongmu ketika kamu dalam masalah atau cobaan?" saya beritahu melalui masalah Tuhan mengajarkan banyak hal yang berharga kepadaku... Melalui masalah saya bisa merasakan pertolongan Tuhan, mengerti arti sebuah pengampunan, melihat hasil dari ketekunan, kesabaran dan kasih. Melalui masalah saya bisa menangkap tanda jawaban sebuah doa, bahkan Tuhan menggenapi satu persatu permohonan doa dan pergumulanku. Melalui masalah saya bisa melihat dan merasakan betapa Allah yang aku sembah adalah Allah yang penuh kasih. Mungkin bagi Anda masalah besar ketika wabsite, guestbook dan nicknya dibajak orang. Tetapi bagiku telah mendatangkan rasa syukur....saya bersyukur kreasiku diminati orang. Yang tadi aku merasa orang paling bodoh tetapi ternyata masih ada orang lain yang lebih bodoh, yang tak mampu berfikir dan berkreasi.
Jadi Anda paham bahwa, Tuhan tidak menjanjikan hidup tanpa masalah, hidup tanpa kabut. Tetapi Tuhan berjanji akan menyertai dan memberi kekuatan dalam menghadapi setiap masalah. Karena itu saya tidak akan terus menyimpan beban tentang apa yang dilakukan orang lain kepadaku, karena setiap mengingat perlakuan dia kekuatiranku meningkat dan tubuhku akan terus menerus menerima stress. Pesan Tuhan "Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu". Pesan singkat itu aku jadikan fondasi yang kokoh agar saya tetap dapat berdiri tegak ketika dlm situasi yg menyakitkan. Saya menjadi orang yang tertolak, org yang dikhianati, dibenci, dihujat dari mereka yang membenci agamaku. Tetapi saya yakin, saya tidak gagal. Saya terus mengasihi setiap mereka, walau saya harus melewati rasa sakit yang dalam tetapi saya telah lulus ujian. Lihat! Diantara mereka masih terus bertikai, menyimpan dendam dan kebencian yang tidak mau mengampuni dan mengasihi, karena mereka merasa bahwa tak pantas dan tak layak mengampuni seorang musuh.
Saya memilih mengampuni dengan satu alasan supaya Tuhan juga mau mengampuni saya yang hidupnya bergelimang dosa dan kesalahan, saya sadar betul kalau saya hanya manusia lemah, yang suatu saat bisa berbuat salah, yang bisa tergoda utk berbuat dosa. Dan lagi saya menyadari konsekuensi dari kemarahanku. Selama saya menolak untuk mengampuni, diriku terperangkap dalam masa lalu dimana saya terus menerus diingatkan pada rasa sakitku. Bahkan musim ataupun masa dan tanggal dimana saya menerima rasa sakit itu juga telah menimbulkan depresi dalam diriku, dan saya tidak bisa sepenuhnya bebas berjalan dalam kehidupan karena terbelenggu oleh rantai kebencian.
Saya tidak perdulikan apakah mereka layak menerima pengampunan atau tidak, yg penting adalah bahwa saya layak menerima kehidupan yang lebih baik dan tentu Tuhan akan memberikan kehidupan yang lebih baik dan berkelimpahan berkat damai sejahtera, berkat jasmani maupun rohani. Saya mau keluar dari penjara itu dan saya akan menemukan perlindungan Tuhan atas jiwaku. Tuhan memanggilku untuk mengampuni dan keluar dari konflik di maya ini, supaya mata rohaniku bisa melihat tangan Tuhan terulur kepadaku di tengah kesakitanku. Tuhan ingin melepaskanku dari konflil ini dengan memakai masalah yang khusus untuk menyempurnakan karakterku. Aku akan bersaksi dan berkata "Tuhan, saya memilih untuk mengasihi, saya memilih untuk mengampuni, saya memilih untuk melupakan dan tidak mau menyimpan kepahitan dan dendam. Karena itu saya siap menerima berkat sukacita dari pada-Mu. Dan siap menyambut Tahun 2009 yang telah Engkau persiapkan dan percayakan kepadaku. Rebutlah hatiku Tuhan! Dan ijinkan saya memasuki dalam benteng perlindungan-Mu. Amin

HOME
Kembali
Создай сайт! Create site!